Suhuf (15)


Written on January 27, 2007 – 7:40 pm | by ghifarie
Kampus; Rawan Curanmor
Oleh Ibn Ghifarie

Tak
seperti biasanya pintu gerbang UIN SGD Bandung tertutup rapat-rapat.
Malahan sang penjaga pun seakan-akan tak mangkal lagi. Kecuali ngrumpi
di depan kantor pos satpam, yang tak jauh letaknya dari perhelatan
Al-Jamiah. Terlebih lagi, bila memasuki malam hari. Saat senja mulai
tanpak di ufuk Barat.

Bila tempo dulu kendaraan bermotor bisa hilir mudik tanpa pengawasan pihak keamanan. Seolah-olah teras Rektorat dan taman demokrasi bagi para aktivis pergerakan itu berubah bak lautan kendaraan roda dua maupun empat.

Kini,
pemandangan serupa pun mulai tak tampak lagi. Hingga nyaris lengang.
Bahkan untuk sekedar parkir saja mesti memberitahukan terlebih dulu
kepada penjaga kampus. Apalagi pasca relokasi parkir (12/06/06), yang
di pusatkan di sekitar Auditoruim UIN SGD Bandung.

Tak hanya
itu, keluar-masuk motor pula harus mengikuti jejak pejalan kaki. Yakni
depan kantor keamanan. Pasalnya, supaya memudahkan pihak penjaga kampus
dalam patroli.

Alih-alih supaya meminimalisir terjadi pencurian
kendaraan bermotor di kampus. Segala aktivitas civitas akademika yang
menggunakan kendaraan harus mengikuti aturan tersebut. Terkecuali
pengguna kendaraan roda empat yang masih menggunakan pintu utama.

Ketatnya, keamanan kampus dalam menjaga laul-lalang motor terjadi akibat kealfaan salah satu personil satpam kecolongan motornya.

Peristiwa
naas itu, terjadi saat pajar mulai tenggelan di Barat. Sang empunya
motor menyimpan barang bawaanya berupa satu buah air mineral isi ulang
ke rumahnya. Letaknya di belakang kampus atau sekitar DPR (Dibawah
Pohon Rindang) (07/01). Selang beberapa menit, kendaraan kesayangnya
pun raib digondol pencuri, ungkap pria berbadan tegap dan gemuk itu.

‘Padahal
tadi teh ngaliwat kadieu (pintu utama-red). Sugan teh keur dipake ku
barudak. Pan sok rajin di injem ku mahasiswa.Eh.. aya anu maling,’
jelasnya.

Tak ayal, aksi nekad curanmor (Pencurian motor) itu membuat geram pihak keamanan. Laksamana kebakaran jenggot. Komunikasi antar personil satpam pula tak terelakan lagi via walk talky, hingga melapor ke pihak berwajib dilakukan mereka. Namun, tak membuahkan hasil. Semuanya sirna di telan kegelapan malam.

Meski
kedengaranya aga aneh sekaligus mengundang tanda tanya besar. Masa
penjaga kemanan harus di amankan. Ironis. Sungguh ironis.

Walhasil, laju kendaraan roda dua pun harus melewati satpam. Tak lain guna memberangus aksi curanmor tersebut. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Satpam, (07/01;20.35 wib



Post a Comment