Suhuf (8)


Written on January 24, 2007 – 5:19 am | by ghifarie
Meningkatkan Citra Dengan Menafikan Kaum Tak Berkucukupan
Oleh Ibn Ghifarie

Adalah
segala bentuk kejadian, sekecil apa pun pasti ada kihmahnya. Terlebih
lagi, hanya peralihan tempat jualan saja. Semula, mereka hanya mangkal di Fakultas Sainstek dan Psikologi ke Pelataran M’ahad Aly.

Apalagi
upaya relokasi pengais rezeki itu, tak lain guna mewujudkan kampus
berbasis ‘Wahyu Memandu Ilmu’. Sehingga tak terkesan kampus semberawut bak Gede Bage. Segala macam bentuk makanan bisa nongkrong
dimana saja dan seenaknya. Ketidah bersahajaan penjual akan kita
dapatkan mulai dari Gerbang Kampus, Samping Pos Satpam, depan Fakultas
Saintek dan Psikologi, samping Fakultas Ushuludin, sekira DPR (Di bawah
Pohon Rindang) dan taman Biologi, Samping kanan Perpustakaan, samping
kiri Fakultas Adad dan Dakwah, samping kanan Fakultas Syariah maupun
belakang Takhosus. Kebersihan, keindahan dan keamana pun harus terjaga. Inilah cita-cita mulia dari perubahan IAIN menjadi UIN.

Kini, pusat perbelanjaan ala UIN SGD Bandung hanya terdapat di pelataran Perumahan Dosen Asing dan sekira DPR.

Namun,
perlu diketahui oleh seluruh civitas akademika. Haruskan upaya
meningkatkan kualitas pendidikan tingggi dan menjadi mitra terdepan
Garda Jawa Barat. UIN SGD Bandung harus dengan cara menumbangkan
persoalan lain. Yakni mereka kelompok lemah.

Tak hanya itu, haruskan semangat mengambil pelajaran, kesabaran dan ketaatan kepada Tuhan di uji melalui cara mengenaskan ini.

Sudah
tentu, jawabanya tidak. Jika tak rela mengambil kebahagiaan dengan cara
menafikan kaum tak berkecukupan, maka penuhilah keinginan para
pengasong makanan tersebut.

Tak muluk-muluk keinginan yang
mereka gapai. Relokasi dengan saran yang memadai pun menjadi tumpuan
sekaligus harapan mereka. Tanpa harus berebut lapak, menata ulang ke
khasan tempat berjualan dan memberitahu tata letak warungnya kepada
setiap pengunjung. Meski pun, pelanggan setianya dapat mengetahui
dimana letak cemilan favoritnya.

Walhasil, Paling
tidak tempatnya stategis. Tetutup dari sengatan matahari, dan dinginya
hujan. Bukan malah tak terkendali. Hingga panasnya sang raja siang dan
banjir bila musim penghujan menjadi teman akrab mereka. Terjangkau oleh
pelabagai kalangan civita akademika apalagi. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok PusInfokomp, 15/01;21.24 wib



Post a Comment