Kitab (1)


Written on February 13, 2007 – 8:52 pm | by ghifarie
Sekali lagi, Rahmat Bukan Laknat
Oleh Ibn Ghifarie

Sekali
lagi, Kehadiran musim penghujan pasca bencana tak selamanya berubah
menjadi laknat, malah terkadang membawa rahmat bagi kelompok tertentu.
Tengok saja, komunitas pemulung. Mereka bisa mengais rezeki dari
pelbagai gunungan sampah berupa kertas, dus, barang-barang bekas sampai
tumpukan kayu yang mangkal di pinggiran pintu air. Mereka mendapat dua
kali lipat upah dan barang. Demikian penuturan Tono (32) tiap hari
mengais uang recehan dari tumpukan kertas; koran Rp 600/kg, ketas Rp
700/kg dan dus Rp 800/kg. Semenjak musibah naas itu Ia mendapatkan
omset lebih. (Lintas Peristiwa TPI, 07/02)

Tak
hanya para pemulung yang ketiban berkah. Puluhan bengkel di Cawang pun
ikut merasakan kebahagiaan pasca bencana. Seakan-akan tempat servis
kendaraan bermotor itu dipadali lautan roda empat dan dua. (Liputan Petang, SCTV, 07/02).

Lain halnya, dengan para Oproder.
Mereka ikut merasakan kegahagiaan saat bencana mengepung Jakarta.
Pasalnya, ia bisa menyalurkan hobi sekaligus menolong korban bencana.
Meskipun, memerlukan navigator handal dan keahlian. Namun, cukup menantang. (Kilas Global, 07/02)

Walau
genangan air sampai hari ini belum surut. Gunungan sampah dan tumpukan
lumpur kembali meminta perhatian kita. Nyatanya, malapetaka membawa
berkah bagi kelompok tertentu. Alhasil, selamat meraih kebahagiaan.
[Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, pojok sekre Kere, 08/02;00;17.54 wib



Post a Comment