Kitab (5)
Written on February 19, 2007 – 5:06 am | by ghifarie
oleh Ibn Ghifarie
ayeuna mah bayar regisrasi teh bisa bari ulin heula. heunteu kawah
baheula kudu ditunguan jeung fakultas batur miluan sagala,` demikian ungkap salah satu mahasiswa Studi Agama-Agam Fakultas Filsafat dan Teologi saat membayar uang regisrasi (12/02).
Lagi,
perubahan IAIN menjadi UIN tak berbanding lurus dengan kebesaran
namanya. Bila dulu pada saat IAIN hilir mudik kendaraan bermotor yang
dapat menggangu proses belajar mengajar dapat diatasi dengan adanya
Area Parkir.
Kini, dalam
persoalan regisrasi pun masih menggunakan alat manual. Bahkan bagi
sebagian mahasiswa sistem itu dinilai semberawut. Tentu tak ada budaya
antri. Padahal, dua kali setiap tahun kita selalu menjalani rutinitas
tersebut.
Ketidakjelasan
sistem pembayaran SPP menuai pelbagai protes. Salah satunya dari
Syarif, mahasiswa Kependidikan Islam memberikan komentar, ’Cara seperti
ini, membuat susah mahasiswa. Bukankah kita sudah menjadi Universitas,’
katanya.
’Emang geus kitu eta mah. Hese pisan dirobahna. Ayeuna maha mendingan maca buku di Iqra,’ ungkap Sutisna, mahasiswa Aqidah Filsafat.
Meski
mendapat kritikan dari sebagian besar mahasiswa. Namun, di mata
mahasiswa Fakultas Filsafat dan Teologi pendaptaran SPP disambut dengan
lapang dada dan sedikit lega. Pasalnya, mereka tak mesti berdesak-desak
dengan mahasiswa luar Ushuluddien dalam melakukan resigrasi. Hal ini di
ungkapkan oleh salah satu mahasiswa. Dian, mahasiswa Sosiologi `Aduh meuni kosong kieu bayaran teh. Heunteu siga taun kamari (IAIN-red)` cetusnya.
`Pokona
mah ngenaheun we registari ayeuna mah. Soalna teu kudu ribut jeung
fakultas lain anu sok mluan gabung ka Ushuluddin. Mentang-mentang
fakultas paling bobtot,` papar aktivis mahasiswa yang tak mau disebutakn namanya.
Menyoal
regisrasi sebagai salah satu ajang silaturahmi. Dian angkat bicara
`Bisa saja regisrasi di jadikan wahana silaturahmi. Karena setelah lama
kita liburan tak pernah bertatap muka lagi,` ujarnya.
`Selain itu, pertama kita bisa bertemu dengan kawan-kawan se-jurusan atau se-fakultas pada waktu bayar SPP,` jelasnya.
Nyatanya
peralihan IAIN menjadi UIN hanya bisa menertibkan tradisi regisrasi
semata. Walau tetap saja, saat jadwal Fakultas Sains dan Teknologi tak
sedikit mahasiswa yang belum membayar SPP tepat waktu ikut bersama
mahasiswa Saintek. Tentunya, semberawut dan berdesak-desakan. [Ibn
Ghifarie]
Cag Rampes, pojok sekre Kere, 12/02;14.24 wib