Suhuf (20)
Written on February 12, 2007 – 12:26 pm | by ghifarie
Oleh Boelldzh
Setiap
kali mendengar, melihat, merasakan pelbagai bencana yang terus menerpa
bangsa Indonesia. Seolah-olah Bumi Pertiwi ini enggan terlepas dari
sederetan peristiwa yang tak berkesudahan tersebut. Kian hari kian
akrab dan menyatu dengan malapetakan tersebut.
Setiap itu pula
aku terkadang miris, kawatir, hingga nyaris tak ada rasa iba lagi.
Pasalnya, kehadiran musibah telah mengikis abis aspek kemanusian dan
kesadaran kolektif. Namun begitu, bukan berarti tak ada yang ku perbuat
selain menulis, menulis, dan menulis.
Sekedar membuat posko
bencana saja rasanya enggan. Atau ikut terlibat dalam penanggulangan
tragedi memilukan itu sebagai relawan rasanya tak mau lagi. Entah
karena apa. Yang jelas lebih asyik menari di lembaran kertas kosong
semata.
Bila dulu aku sering melibatkan diri dalam ‘proyek
kemanusiaan’ pasca bencana. Mulai dari organisasi ekstra dan intra
kampus, Ormas, Perkumpulan kedaerahan (Orda), Himpunan Pecinta Alam,
Forum Lintas Iman, sampai Komunitas Pelajar Peduli Bencana. Kini,
sekali lagi rasanya tak mau terlibat.
Entah karena sudah kadung
kecewa dengan maraknya motif berkedok bencana yang melanda diriku
beberapa tahun yang lalu. Singkat kata, hasil jerih payah membuka posko
bencana malah di makan secara berjamaah oleh kawan-kawan seperjuanganku
dengan dalih, kita kan korban bencana. Semenjak itulah aku lebih baik
menulis saja. Apa yang dirasakan, dilihat dan dialami. Semoga saja, di
lain hari bisa bermanfaat. Amien. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, pojok sekre Kere, 07/23;27.54 wib