Kitab (10)


Written on March 17, 2007 – 12:49 am | by ghifarie
Lagi, Pesawat Adamair Tergelincir
Oleh Ibn Ghifarie

Lagi,
Pesawat Adam Air nomor penerbangan KI 172 jurusan Jakarta-Surabaya,
tergelincir saat mendarat di Runway 10, Bandara Juanda, Surabaya, Jawa
Timur, Rabu kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi pesawat dikabarkan
cukup parah. Retak pada bagian tengah dengan lengkungan sekitar 40
derajat. (Metro, 21/02)

Ironisnya,
pesawat naas itu terjadi manakala bangsa Indonesia sedang di depa
pelbagai bencana yang tak berkesudahan dan meroketnya besar yang tak
kunjung turun serta melunturnya kepercayaan masyarakat terhadap
kepemimpinan SBY-JK. Seakan-akan kita tak mau dilepas bari berbagai
malapetakan yang kagung menjadi teman akrab.

Masih
ingatkah kasus raibnya pesawat boeing 737-400 milik maskapai
penerbangan Adamair dari Jakarta tujuan menado (01/01). Hingga hari
ini, bangke kapal sekaligus penumpanya pun mendadak raib tak tentu
dimana rimbanya. Yang jelas, mereka di telan ganasnya zaman dan tak
bersahabatnya kita terhadap alam.

Kini, sekali lagi di sektor transportasi udara pun ikut menegaskan bahwa Indonesia memang bangsa amburadul. Adalah olengnya pesawat boing Boeing 737-300 KI 172 jurusan Jakarta-Surabaya milik Adamair.

Meski
tak menelan korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, mengisahkan trauma
yang begitu mendalam bagi penumpang. Salah satunya, Haryono, awalnya
tidak mengetahui pendaratan pesawat tidak normal. Namun ketika
mendengar ada pesawat Adam Air yang tergelincir, ia langsung
membatalkan keberangkatannya ke Jakarta dengan Adam Air. Haryono
mengaku takut perstiwa tersebut terulang lagi.

Lain
Haryono. Lain pula pengakuan Rusdi. Ia mengaku hingga kini belum
mendapat penjelasan dari pihak Adam Air mengenai tiket pulang perginya.
Bahkan Rusdi tidak bisa mencairkan tiket tersebut. (Metro 21/02).

Sayangnya,
pihak Adamair membantah adanya kerusakan di kapalnya saat terjadi
peristiwa memalukan tersebut. Seperti yang dilansir Metro
(21/02) melalui Natalia, Distrik Manager Adam Air Wilayah Surabaya
membantah pesawat Adam Air nomor penerbangan KI 172 jurusan
Jakarta-Surabaya tergelincir. Menurutnya, ada angin yang mendorong
pesawat ketika akan mendarat. Akibatnya, pilot mengambil tindakan agar
pesawat tidak tergelincir.

Ia juga
mengatakan pesawat yang dikemudikan oleh pilot Kapten Gita tersebut
tidak rusak. "Kalau pesawat kita rusak atau patah, kan tidak bisa
ditarik," ujarnya. Namun pada kenyataannya, pesawat yang membawa 148
penumpang tersebut kini sudah ditarik ke hanggar.

Inilah wajah pemimpin bangsa. Saat musibah menimpa malah sibuk mencari kambing hitam
guna mengurai penyebab jatuhnya pesawat Adamair. Mulai dari faktor
kesalahan teknis, kesalahan manusia, atau sekalipun faktor cuaca dan
alam. Bukan tanggap darurat sedini mungkin terhadap pelbagai kejadian
yang menimpa bangsa kita.

Memang
bencana transportasi udara di negeri Indonesia seperti susul-menyusul.
Perkabungan yang satu belum usai muncul perkabungan yang lain.
Kecelakaan seolah menjadi sahabat karib sekaligus siklus yang harus
kita lalui pula.

Haruskan
pemberhentian operasi pesawat milik maskapai manapun dibayar dengan
harga mati para penumpang yang tak berdosa. Karena sudah tua dan tak
layak terbang. Lantas, apa yang mesti kita perbuat dalam meminimalisir
korban-korban berikutnya? Entahlah [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 22/01;00.56 wib



Post a Comment