Kitab (13)
Written on March 17, 2007 – 1:01 am | by ghifarie
oleh Ibn Ghifarie
`Ya daripada rusak dan berakibat patal Senada dengan Adam. Salah satu mahasiswa yang tak mau disebutkan namanya ikut nimbrung `Pokona `Matakna Berbeda dengan Pradewi Chatami `Meski perbaikan jalan dan memperketat trayek Meski mendapat kritikan bertubi-tubi Nyatanya, naluri kemaluan dan hati nurani `Mendingan disebut awet rajet daripada turun tina mentri lain waktuna, `menutup pembicaraanya. [Ibn Ghifarie] Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 27/02; 19.24 wib
tetap akan menjadi Menteri Perhubungan. Walau cacian terus menimpaku.
Pokoknya harus menyelesaiakan persoalan dulu. Bukan malah saling
menyalahkan dan mengundurkan diri karena masalah itu tak akan selesai
dengan cara mengundurkan diri saja,` ungkap Adam mahasiswa Sejarah
Peradaban Islam (SPI).
kepada masyarakat dan tidak menyelesaiakn masalah. Mendingan tetap jadi
Menteri,` tambahnya.
mah ulah turun da lain salah-salah teuing mentri, tapi rakyat. Coba
lamun teu dipilih pamingpina (Presiden-red), sigana moal kieu,` cetusnya.
tong salah pilih dina pemilu engke mah. Pan lamun geus kieu mah tarima
we ka ayaanana. Jeng omat tong disaruakeun bangsa urang jeung Jepang
dina pasoalan ieu. Lamun Jepang gagal dina mingpin nagara PMna (Perdana
Mentrina-red) pasti ngundurkeun diri. Tah lamun Indinesiamah moal.
Buktina Hatara Jasa atawa Ical (Abu Rizal Bakri-red) masih jadi
mentri,` kilahnya.
mahasiswa Psikologi angkat bicara `Saya akan mengundurkan diri. Kalau
tidak bisa, maka saya akan menggandeng Bung Yos (Sutioso, Gubernur DKI
Jakarta-red) sebab Ia pandai membuat jalan. Proyek Trans Jakarta salah
satunya,` katanya.
transpotrtasi yang harus diutamakan dalam menyelesaikan bencana
transportasi,` jelasnya.
dan bernada pedas. Sekalipun menuntut Menhub untuk segera menyatakan
siap mengundurkan diri, tapi Ia malah ribut mencari kambing hitam atas
terjadinya musibah tak kunjung selesai pada jalur transpotrasi darat,
laut maupun udara.
pemimping pula sudah tak tentu dimana rimbanya. Yang jelas mereka
berani secara terang-terangan dan berlomba-lomba dalam perbuatan lalim
dalam menjalankan amanah rakyat. Hingga Noval Noval mahasiswa Sosiologi
menuturkan`Kalah kumaha ge bangsa
urang mah hese ngaku teu mampu dina ngabereskeun pasoalan atawa ngaku
salah terus dibarenganku ngundurkeun diri tina jabatan. Sabab lain
Jepang jeung goreng kasebutna lamun can bisa ngabereskeun masalah,`
One Response to “Kitab (13)”
By Ari on Mar 29, 2007 | Reply
Seandainya yang maju dan berkembang di Indonesia ini akal dan hati, mungkin semua masalah akan terselesaikan oleh adanya rasa saling membantu… tapi semua kembali pada kita, kita ini golongan manusia yang mengandalkan akal dan hati atau mulut dan tangan?… renungilah lebih banyak mana kita menggunakan itu? akal dan hati atau mulut dan tangan?…