Kitab (14)


Written on March 17, 2007 – 1:03 am | by ghifarie
Lagi, Kapal Garuda `Meledak`
oleh Ibn Ghifarie


Sekali
lagi, musibah kapal terbang kembali terjadi. Kali ini, Pesawat jenis
Boeing 737-400 milik Garuda terbakar dan meledak di Bandar Udara
Adisucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3) sekitar pukul 07.14 WIB. Badan
pesawat terbelah memanjang dari bagian kabin pilot hingga ke ekor
pesawat. Sementara salah satu sayap pesawat pecah dan terbelah dengan
posisi turbo pesawat terlepas.

Pesawat dengan nomor penerbangan
GA-200 ini lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng,
Tangerang, Banten, pukul 06.00 WIB. Menurut informasi sementara yang
diperoleh Menteri Perhubungan Hatta Rajasa kepada Metro TV dari 133
penumpang, 76 sudah berhasil dievakuasi.(Metro, 07/03)


Sekali
lagi, musibah kapal terbang kembali terjadi. Kali ini, Pesawat jenis
Boeing 737-400 milik Garuda terbakar dan meledak di Bandar Udara
Adisucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3) sekitar pukul 07.14 WIB. Badan
pesawat terbelah memanjang dari bagian kabin pilot hingga ke ekor
pesawat. Sementara salah satu sayap pesawat pecah dan terbelah dengan
posisi turbo pesawat terlepas.

Pesawat
dengan nomor penerbangan GA-200 ini lepas landas dari Bandara
Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pukul 06.00 WIB. Menurut
informasi sementara yang diperoleh Menteri Perhubungan Hatta Rajasa
kepada Metro TV dari 133 penumpang, 76 sudah berhasil dievakuasi.(Metro, 07/03)

Peristiwa naas itu terjadi saat Menteri Perhubungan, Hatta Rajasa melakukan intruksi kepada Komite
Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera menyelesaikan
penyelidikan terkait dengan kecelakaan pesawat Adam Air di Sulawesi
(dari Jakarta tujuan Manado); Bandara Juanda dan terbakarnya KM Levina
I di perairan Kepulauan Seribu. Tentunya tak tau dimana bala rimbanya.

Yang
lebih mengerikan lagi, para penguasa malah sibuk mencari kambing hitam
atas terjadinya insiden pesawaat taas tersebut. Hingga melakukan
pemecatan terhadap anggota KNKT.

Ironis memang. Pemerintah hanya  mampu saling menyalahkan satu sama lain. Inilah bentuk korban ke konyolan transportasi kita. Seolah-olah, bencana
transportasi udara di negeri Indonesia seperti susul-menyusul.
Perkabungan yang satu belum usai muncul perkabungan yang lain. Pelbagai
malapetaka kadung menjadi teman akrab sekaligus siklus yang harus kita
lalui pula.

Maraknya, kecelakaan transportasi
baik udara, darat, maupun laut secara beruntun membuat masyarakat
khawatir. Kondisi itu sebagai buntut tidak mampunya pemerintah
menyediakan sarana transportasi yang aman bagi rakyat. Dipertanyakan,
mengapa audit komprehensif angkutan belum diselesaikan. Haruskan
menuntu mundur Hatta Rajasa?

Memang, tak adil rasanya bila kita
menyerahkan segala urusan bencana transportasi sepenuhnya kepada Menhub
semata. Terlebih lagi, bila tidak ada keterlibatan ektra serius dan
hati-hati dari masyarakat saat menumpang kendaraan serta keterlibatan
penuh dari pemangku kekuasaan. Hingga kejadiaan tak berkesudahan itu
dapat diminilalisir dan tak begitu banyak menelan kobran yang tak
berdosa. Uintuk itu, maka wajar bila masyarakat menginginkan pemimpin
yang tanggap secara dini terhadap persoalan pelik tersebut.

 

Meski,
selain perlu kepengurusan yang punya kecakapan mengatasi bencana
transportasi, juga betapa mendesaknya konsep menegemen bencana untuk
segera direalisasikan. Ini agar wong cilik
dapat mendeteksi gejala-gejala bencana dan pertolongan pertama dalam
kecelakaan supaya tak panik, hingga nyaris tak melakukan tindakan yang
bersifat konyol.

Thus,
rakyat sungguh menunggu pemimpin yang mampu melakukan dua tindakan
berani dalam dua perkara itu. Siapakah sosok pemberani itu? Entahlah
[Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 08/03; 09.35 wib



  1. One Response to “Kitab (14)”

  2.   By Ari on Mar 29, 2007 | Reply

    Yang paling laku di Indonesia adalah mulut dan tangan bukan akal dan hati, ya… jadi jangan kaget kalau setiap permasalahan di Indonesia ini sering diselesaikan oleh yang namanya mulat dan tangan… sebenarnya di Indonesia itu banyak sekali melahirkan orang pintar dan cerdas, tapi sayang keberadaan mereka terkalahkan oleh orang yang pintar ngomong dan jago silat :p

Post a Comment