Suhuf (20)


Written on April 10, 2007 – 5:57 am | by ghifarie
Pengadaan Laptop; Akal-Akalan DPR
Oleh Ibn Ghifarie

Meski
pengadaan 550 laptop senilai Rp 21 juta per unit bagi anggota DPR tak
berbanding lurus dengan keinginan perwakilan rakyat. Malahan
mendapatkan cacian, makian dari sejumlah masyarakat. Akhirnya keputusan
tak berpihak pada dewan pun harus diterimanya. Ketidak bersahabat itu
diputuskan dalam Rapim darurat DPR yang dipimpin Ketua DPR Agung
Laksono, juga dihadiri oleh pimpinan fraksi-fraksi. Pasalnya, biar
bagaimanapun penilaian miring kerap mengemuka. Tentunya pengadaan
laptop itu tidak tepat, bila dikaitkan dengan upaya peningkatan kinerja
anggota DPR. Maka wajar bila masyarakat mempertanyakan sekaligus
menghujat pengadaan barang mewah tersebut.

Lebih
parah lagi, pengadaan komputer ringan itu, negara melalui alokasi APBN
2007 mesti menganggarkan dananya sekira dari Rp 12 miliar lebih.
Sungguh dana yang melambung tinggai. Apalagi untuk ukuran pembangunan
pasca multi bencana yang semakin seretnya dan tak tau dimana rimbanya.

Sudah
berulang kali angka-angka kemiskinan yang kian menjulang
dipublikasikan. Versi Bank Dunia, misalnya, menyebutkan pada 2006
tercatat 109 juta penduduk miskin Indonesia.

Pertanyaan
berikutnya, benarkan dengan dibatalkanya alokasi dana buat pengadaan
Laptop itu dipergunakan sebaik mungkin untuk rehabilitasi dan
rekontruksi pembangunan fisik pasca musibah. Pasalnya, masih amat
banyak rakyat yang tak punya tempat tinggal dan hidup di daerah-daerah
kumuh. Banyak anak yang mengalami gizi buruk dan tak bisa mengenyam
bangku pendidikan apalagi.

Nyatanya tidak. Malah seperti
dilansir Pikiran Rakyat, (29/03) dana itu akan dikembalikan ke
Departemen Keuangan dengan jumlah yang sudah berkurang, kabarnya pulus
itu tetap akan dialokasikan untuk peningkatan kinerja anggota DPR.
Seperti dituturkan Agung Laksono, dana Rp 12,1 miliar tetap ada,
makanya pihak DPR pun segera mengundang fraksi-fraksi untuk
membicarakan alokasi anggaran itu nantinya. Hingga celotehan Si Kabayan
(PR,29/03) menyindirnya dengan nada `Laptop untuk anggota DPR resmi
dibatalkan. Uangnya sih enggak batal kan?`

Ironis memang. Para
wakil rakyat punya logika sendiri dalam menyikapi kemiskinan dan
keterbelakngan bangsa. Rencana satu kandas, maka tanpa restu rakyat
pula keinginan yang lain terus menyusul sekaligus menuntut
pelaksaannya. Begitupun dengan pengadaan laptop.

Inilah wajah
DPR. Pengadaan laptop hanya sebuah akal-akalan bulus dan rekayasa wakil
rakyat semata. Intinya, tak lain guna mempercepat penurunan anggaran
dana dari keuangan negara yang dialokasikan untuk anggota DPR. Cuma itu
saja. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 29/03;09.35 wib



Post a Comment