Suhuf (11)


Written on July 4, 2007 – 12:57 pm | by ghifarie
Gedung Rektor UIN SGD BDG Dilempari Telur Busuk
Oleh Ibn Ghifarie

`Sebagai
bentuk ketidakhadiran Rektor pada acara audiensi yang telah kita
sepakati kemarin (jum’at, 15/06), maka silahkan sahabat-sahabat maju
kedepan untuk membubuhkan cap tangan ke kaca dan tembok Rektorat ini,
kata sang orator saat aksi MoU (Nota Kesepakatan Kerjasama) di Gedung Al-Jamiah, senin (18/06)

Selain
itu, lemparkan air mineral dan telur busuk pun terus dilemparkan ke
kantor Rektor sebagai petanda kekecewaan mahasiswa atas ketidak hadiran
Rektor pada Mimbar Bebas ini. Sesekali terdengar `Ayo terus lembar dan
hati-hati ada profokasi, ujarnya.

Lagi,
aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN SGD
Bandung; Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM); Tajimalela, PSPB (Pusaka
SaputraPaku Banten), PSTD (Perguruan Silat Tenaga Dasar), BKC (Bandung
Karate Club), LIKM (Lembaga Inkubasi Mahasiswa), Teater Awal,
Taekwondo, LSLK (Lembaga Seni Lukis dan Kaligrafi), LPIK (Lembaga
Pengkajian Ilmu Keislaman), IVMI (Ikatan Voli Ball Mahasiswa), Liga
(Sepak Bola), FABBIS (Family Of Basket Ball UIN SGD), KOPMA (Koperasi
Mahasiswa),PSM (Paduan Suara Mahasiswa) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan
(HMJ); SPI (Sejarah Peradaban Islam), BSA (Bahasa Sastra Arab), KPI
(Komunikasi Penyiaran Islam), PMH (Perbandingan Madzhab dan Hukum), PBA
(Pendidikan Bahasa Arab), Sosiologi dan Jurnalistik, mereka
merekomendasikan; Jangka pendek;
(1) Benahi supra dan infra struktur UIN yang carut marut. (2) Libatkan
mahasiswa dalam pengambilan kebijakan-kebijakan. (3) Selesaikan kasus
Fakultas Psikologi. (4) Hapuskan dana praktikum. (5) Kembalikan SPP ke
Rp. 300.000,00- ke seluruh mahasiswa. (6) Transparansi dan fungsikan
dana Ikomah dan yayasan. (7) Lengkapi isi perpustakaan UIN. (8) Uji
kelayakan Dosen dan Asdos (Asisten Dosen-red).

Jangka panjang;
(9) Fasilitasi gedung pementasan. (10) Benahi tempat parkir. (11)
Hantam skandal nilai, skripsi dan munaqosah yang merugikan mahasiswa.
(12) ) Berikan kebebasan kreativitas intelektual mahasiswa. (13)
Berikan beasiswa kepada mahasiswa yang tepat. (14) Benahi fasilitas
Kampus (WC, Lift, Kelas, Bangku, Gedung, Transfortasi, Lapangan
Olahraga, Laboraturium Jurusan). (15) Fungsikan kembali DPR (Dibawah
Pohon Rindang-red) untuk ruang ekspresi mahasiswa. (16) Tingkatkan
keamanan dan kebersihan di lingkungan Kampus. (17) Tolak hutang luar
negeri untuk biaya pendidikan, tegasnya.

Pernyataan sikap itu
terus di sampaikan sebelum penandatangan kontrak politik antara Rektor
dan pendemo tercapai. Hingga pihak Rektor bersedia menandatanginya.

Kendati
ada perwakilan Rektor oleh Pembantu III, Prof. I Nurul Aen mejelaskan
‘Untuk membicarakan kesepakatan Audensi kemarin (jum’at, 15/06)
silahkan mahasiswa untuk segera memasuki Ruang Senat. Karena kalau
disini kurang kondusip,`paparnya.

Tak ayal, secara serempak para
pendemo menjawabnya `Disini saja`dan meminta Rektor supaya segera turun
ke masa. ‘Ayo turun, ayo turun` katanya.

Menanggapi demonstran
yang mulai ricuh dengan hadirnya pembakaran ban, lemparan air mineral
dan telur busuk. Salah satu mahasiswa angkat bicara `Seberapa besarkah
pemecahan kaca dengan perubahan yang kita usung?`cetusnya.

`Masalahnya
tak menjamin jika kaca pecah, Rektorat mau beraudiensi dengan kita.
Malahan kita yang akan kena sangki. Karena telah melanggar dan berbuat
onar terhadap fasilitas umum,` jelasnya.

Hingga pemberitaan ini diturunkan, pihak Rektorat tak bersedia menandatangani MoU dan
para pendemo tetap bertahan dibawah pelataran Gedung Rektorat dengan
membuat tenda. ‘Sebelum Rektorat bersedia menandatangani MoU ini kita akan tetap disini dan membawa masa yang lebih banyak lagi,` kata pendemo. [Ibn Ghifarie PusInfokomp]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 18/06;18.46 wib



Post a Comment