Kitab (4)
Written on August 6, 2007 – 12:27 pm | by ghifarie
Oleh Ibn Ghifarie
Pasca
ditemukanya lagu Indonesia raya versi pertama oleh Roy Suryo dan Tim
Air Putih dari sebuah museum di Leiden, Belanda, malah menuai protes.
Pasalnya, lirik nyayian itu bukan yang pertama sekaligus hasil
penggandaan semata, bahkan terdapat versi lainya.
Di Mata Tokoh
Salah
satunya, Des Alwi pelaku sejarah mengatakan video berisi lagu
kebangsaan Indonesia Raya secara utuh yang ditemukan Roy Suryo bukanlah
temuan baru. Data yang didapatkan dari sebuah museum di Leiden,
Belanda, itu adalah hasil penggandaan.
“Dokumen
aslinya masih saya pegang,” kata Des Alwi di Jakarta, Minggu (5/8). Des
Alwi mengaku berperan sebagai produser dalam pembuatan film atau video
yang menggambarkan persiapan kemerdekaan RI yang dilengkapi dengan teks
itu.
Lain hanya dengan Ahmad Mansur, sejarawan. Kehadiran teks
lagu ini tidak akan berpengaruh pada lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Bisa saja teks lagu yang ditemukan Roy Suryo itu dinyatakan teks asli.
Akan tetapi, keasliannya tersebut dalam konteks "asli terbuka". Adapun
teks yang "asli tertutup" yakni teks lagu Indonesia Raya sekarang ini.
Teks lagu Indonesia Raya yang boleh jadi ditemukan Roy Suryo itu
sekadar lagu Indonesia Raya dalam kemasan yang sudah dihaluskan
(efeumisme) karena faktor tekanan pihak penjajah Belanda.
"Sejarawan
di Indonesia mencermati fakta tidak diucapkannya syair teks Sumpah
Pemuda pada 28 Oktober 1928. Saat itu, yang dilakukan para pejuang
pergerakan sekadar lagunya. Kenapa? Karena, itu merupakan upaya
kompromi atau strategi perjuangan. Jika syairnya diucapkan, tentu
dilarang oleh Belanda. Nah, yang terjadi dengan lagu Indonesia Raya
seperti itulah," tuturnya
Seraya mengungkapkan sejumlah fakta
historis sejenis, teks lagu Indonesia Raya yang ditemukan Roy Suryo
merupakan teks lagu dalam konteks kompromi atau strategi para pejuang.
Justru teks lagu Indonesia Raya yang sekaranglah yang sesuai dengan
gelora perjuangan dan hati nurani para pejuang Indonesia.
Misalnya,
pada zaman Belanda teks lagunya ada yang liriknya berbunyi "Marilah
kita mendoea", sedangkan pada teks lagu Indonesia Raya versi resmi
sekarang adalah "Marilah kita berseru". "Dulu penjajah Belanda melarang
penggunaan berseru, karena itu akan berlanjut untuk berseru "merdeka"
dan "bersatu". Karenanya, diubahlah oleh Bung Karno dan para pejuang
dengan kata "mendoa" yang lebih lembut, tambahnya. (Pikiran Rakyat, 05/08)
Ironisnya
lagi. Orang nomor 2, Yufuf Kalla di negeri ini tak mengatahui
kontroversi lagu itu, "Saya kurang jelas, Soepratman masak tidak asli,"
kata Wapres
Karena mengaku tidak tahu, Wapres enggan berkomentar lebih jauh. "Wah saya tidak tahu," tuturnya (Media Indonesia, 04/08)
Berbeda dengan Andi Mallarangeng, juru bicara kepresidenan “Kita kan belum tahu orisinalitasnya, otentiknya,” katanya.
Jika
lagu Indonesia Raya temuan Roy Suryo dinyatakan asli, pemerintah juga
belum dapat memutuskan untuk menggunakan lagu versi yang lama atau yang
saat ini dipakai.
“Kita akan lihat dulu hasil evaluasi dari para ahli tersebut,” pungkasnya. (detikcom,05/08)
Dalam
pengakuanya, Roy menuturkan Ia bersama timnya telah menemukan data
berbentuk video lagu Indonesia Raya versi pertama. Versi ini berbeda
dengan lirik lagu Indonesia Raya yang selama ini dinyanyikan (Baca
kutipan lengkap lagu Indonesia Raja versi pertama, di halaman ini,
-Red). `Saya bersama Tim Air Putih sejak tiga bulan lalu mencari data
tentang Indonesia yang ada di berbagai server. Di salah satu server di
Belanda, kami menemukan lagu ini,`paparnya.
Lagu asli ini
direkam September 1944, berbeda dari yang sekarang sering dinyanyikan.
Iramanya lebih cepat, lebih bersemangat, dan lirik lagunya tiga stanza
atau coplet, tiga kali lebih panjang daripada yang sekarang. "Lagunya
sangat heroik, berapi-api sesuai dengan tempo con bravura yang ditulis
asli WR Soepratman. Lebih cepat dan lebih bersemangat dari tempo lagu
Indonesia Raya sekarang yang dinyanyikan di marcia. Dan couplet yang
selama ini kita nyanyikan hanya couplet pertama atau stanza pertama,"
jelasnya.
Mengenai lagu Indonesia Raya yang sekarang merupakan
hasil aransemen musisi Belanda Jos Cleber. Wartawan senior Bondan
Winarno mengaku pernah bertemu Jos Cleber. Menurut dia, Cleber pernah
mengutarakan bahwa Bung Karno mulanya meminta agar irama lagu Indonesia
Raya terdengar sama dengan lagu kebangsaan Belanda Wilhelmus. Namun
menurut Cleber, hal itu tak bisa dicapai karena Wilhelmus berirama
lambat (tempo di largo), sedangkan Indonesia Raya berirama mars (tempo
di marcia). (www.surya.co.id)
Para Blogger
Penemuan
Roy Suryo ternyata mendapatkan cibiran sekaligus hujatan dari para
blogger. Kalau Roy baru Sabtu (4/8) mengabarkan klaim temuannya soal
video berisi lagu asli ‘Indonesia Raja’, para blogger sudah meng-upload
video tersebut sejak tahun lalu.
Video itu tersebar dalam
berbagai format, mulai 3gp sampai flv di situs-situs populer macam
www.youtube.com atau www.multiply.com. Seseorang berinisial Arto4805
misalnya, meng-upload video itu di www.youtube.com sejak 19 Desember
2006. Video itu dilihat pengunjung lain 36.902 kali, dikomentari 253
kali, dan difavoritkan 268 kali hingga Sabtu petang.
dalam
pantauan Surya menjelaskan, hingga Minggu (5/8) petang, meningkat jadi
41.369 pengunjung, 301 komentar, dan difavoritkan 308 kali.
Mayoritas
komentar dalam dua hari terakhir berisi olok-olok buat Roy Suryo.
Komentator berinisial mukegilee menulis, "Bung Arto4805 ternyata anda
lebih canggih dari pakar telematika kita Sdr Roy Suryo, dia butuh waktu
lama buat nyari tau versi perdana sementara kita2 dah bisa nikmatin
lagu ini sebelum temuan dia."
Komentator lain berinisial
teliksandi, menulis, "Dia bilang videonya dapat dari server di Belanda.
Server yang mana, bung? Jangan-jangan juga download dari sini pula…
Roy Suryo bukan hanya mengklaim mendapatkan video asli tapi juga
salinan digital partitur asli Indonesia Raya. Namun, salinan digital
itu sesungguhnya sejak lama tersedia bebas di
http://david.national-anthems.net/id~.jpg.”
Lebih lengkap lagi
hasil penelusuran detiknet.com diantaranya; Lasben Sitinjak menuturkan
Saya baca berita tentang penemuan versi baru Indonesia raya yang
diklaim oleh Roy Suryo bahwa dia adalah penemunya. Kebenarannya, lagu
ini sudah lama ada di Youtube, sejak Desember tahun lalu.
Bersama
ini, saya juga memberikan link video tersebut dari youtube:
http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s&mode=related&search=
Dias
MD, berkata Mengenai penemuan lagu Indonesia Raya temuan Roy Suryo
mungkin perlu dibaca d ibawah ini, karena sudah banyak yang lebih dulu
mengabarkan: http://jejaklangkah.multiply.com/journal
http://www.freelists.org/archives/ppi/08-2005/msg00346.html
http://rumahkiri.net/index.php?option=com_content&task=view&id=48&Itemid=19
http://www.indonesia100.com/wp02/?p=38
Mohammad
Ridwan, PNS, saat ini tugas belajar di Jepang menjelaskan Saya ingin
ikut nimbrung soal versi Indonesia Raya baru yang katanya ditemukan
oleh Roy Suryo.
Ketika melihat teks tersebut di detikcom,
ingatan saya kembali ke masa SD dulu (1980-1986). Seingat saya, waktu
kelas 2 SD dulu, saya pernah mendapat buku lagu-lagu perjuangan yang
isinya insya Allah persis dengan teks yang ditemukan. Sayang saya tidak
bisa membuktikan hal ini secara hitam di atas putih. Yang pasti saya
ingat adalah bagian reffrain, tepatnya kalimat "Indonesia tanah yang
mulya, tanah kita yang kaya".
Untuk itu coba detikcom
menyelusuri buku-buku pelajaran, khususnya lagu-lagu
perjuangan/nasional, yang dipakai saat itu (kurikulum sebelum 1984).
Walhasil,
menurut saya apa yang ditemukan Roy Suryo ini bukan sama sekali baru.
Mungkin teks lengkapnya pernah beredar. Tetapi kemungkinan PP 44/1958
mereduksi lagu tersebut menjadi hanya 4 bait pertama.
Heru
Sutadi, Mengikuti berita soal Indonesia Raya, sebenarnya pembahasan
teks Indonesia Raya sudah sejak lama. Beberapa sumber di bawah ini
menyatakan hal itu.
http://www.youtube.com/watch?v=0ybhFIhE6fs
Heru juga melampirkan link dari Wikipedia tentang sejarah lagu tersebut.
Cuki Sumanto, Lagu ini udah lama di youtube.
http://youtube.com/watch?v=hkxehrXU3tM
Mega
Ifanda, Setelah membaca berita mengenai lagu Indonesia Raya versi
perdana yang katanya di temukan oleh Bapak Roy Suryo di server Belanda,
saya sempat tertawa-tawa kecil mengingat teks lagu Indonesia Raya versi
perdana ini sudah ada semenjak saya SD, dan saya juga pernah mendengar
lagu ini di youtube beberapa bulan yang lalu.
Tapi mengapa baru sekarang dibesar-besarkan? Dan ada pula satu kalimat
menyatakan
"lagu tersebut ditemukan oleh Bapak Roy Suryo beserta tim dari Air
Putih di server Belanda" Apa yang Bapak Roy Suryo lakukan untuk
menemukan teks lagu tersebut?
Begitu susahkan pencarian dari
Bapak Roy Suryo dan tim Air Putih hingga sampai ke Belanda? Jadi saya
pikir ini adalah berita yang tidak benar bahwa Bapak Roy Suryolah yang
menemukan lagu Indonesia Raya versi perdana.
Galuh, Apakah hasil
yang ditemukan Bapak Roy Suryo seperti yang terlihat dalam link di
bawah. http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s
Video ini telah diupload oleh seseorang tahun lalu.
Wijono,
Kuala Lumpur Saya heran membaca berita bahwa Roy Suryo menemukan lagu
Indonesia Raya pertama. Bukankah semua orang tahu lagu itu dari dulu?
Kalau tidak salah pelajaran sejarah jaman dulu sudah menceritakan lagu
dan syair itu. Kalau kita search di internet, banyak situs menulisnya.
Atau apa yang baru?
FM
Taqi, Apa benar kalau Roy Suryo yang menemukan kembali arsip lirik asli
lagu Indonesia Raya? Sepengatahuan saya lagu dengan lirik yg sama sudah
ada di youtube sejak Desember tahun lalu, berikut beberapa versi dan
linknya:
http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s
http://www.youtube.com/watch?v=0ybhFIhE6fs
Asep Juarna, Jika yang "ditemukan" Roy Suryo itu adalah yang tertulis di berita detikcom, saya yakin itu bukan hal yang baru.
Belasan
tahun yang lalu saya pernah menemukan teks itu di sebuah buku populer
berbahasa Indonesia. Sayang sekali bukunya tidak di tangan saya, entah
di mana, dah lama sih. Dalam kaitan ini, mungkin ada penerbit buku
tahun tahun 70-80-an yang merasa menerbitkan buku dimaksud.
Duke
P, Membaca berita di detikcom tentang temuan Sdr Roy Suryo dengan tim
Air Putihnya membuat saya sedikit tergelitik untuk menulis di kolom
opini ini. detikcom menulis "lirik lagu Indonesia Raya versi perdana
akhirnya ditemukan" sementara saya sudah melihat versi ini di
youtube.com sejak bulan Desember 2006.
Memang apa yang dilakukan
tim Air Putih adalah riset atau penelitian untuk mencari versi perdana
yang pastinya melalui penelitian ilmiah hanya yang menjadi keanehan
saya kenapa baru sekarang ditemukan sementara teman-teman yang lain
sudah meng-upload-nya sejak beberapa bulan lalu. Apakah mereka juga
sama kesulitannya dengan tim Air Putih dalam hal mencari file tersebut
hingga ke server yang ada di Belanda.
Firman R, Saya dan 36.000
orang yang lain, udah pernah nemuin di youtube.com. Jadi sekalian aja
promosiin link di atas biar seru. Yang posting lagu ini di youtube.com
lebih dari satu orang . Di antaranya arto4805 dan krawul25.
http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s
http://www.youtube.com/watch?v=hkxehrXU3tM (www.detiknet.com 05/08)
Keluarga WR Soepratman
Kehadiran
lirik lagu ini dengan tegas keluarga WR Soepratman ragukan keaslian
teks temuan Roy Suryo tersebut. Pihak keluarga menyakini teks asli itu
tidak pernah terlepas dari tangan WR Soepratman.
"Saya kok ragu
ya kalau teks yang ditemukan itu asli walau saya belum melihatnya
secara langsung," kata Oerip Sudarman, keponakan WR Soepratman.
Pria
pensiunan pegawai Pemprov Jatim ini sudah hampir 40 tahun lamanya
mencari teks asli lagu tersebut. Ia bahkan pergi ke Belanda untuk
mencari teks tersebut.
“Saya sudah survei data sejak 1967, belum pernah menemukan teks yang asli,” ujarnya.
Data
yang dimiliki Oerip berupa fotokopi teks lagu Indonesia Raya yang
diedarkan pada peserta Kongres Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Kertas
edaran itu dikarang dan diterbitkan WR Soepratman, dicetak Publicist
Weltevreden (Java) dan dijual 20 sen.
“Fotokopi itu warisan dari
bapak saya, Oerip Kasansengari, kakak ipar WR Soepratman, yang juga
datang dalam Kongres Sumpah Pemuda,” imbuhnya
Selain itu, teks
asli coretan tangan WR Soepratman dan refrain lagu kebangsaan itu
bertuliskan kata ‘merdeka’. Namun karena saat lagu itu pertama kali
dikumandangkan, situasi Indonesia di bawah tekanan Pemerintah Hindia
Belanda, WR Soepratman kemudian mengubah kata ‘merdeka’ dalam refrain
menjadi ‘moelia’. "Teks ini sedang saya cari. Saya tidak tahu siapa
yang membawa,” kata Oerip. (detik.com)
Berakhir di Jero Wacik
Kontroversi
lagu kebangsaan Indonesia Raya akhirnya menemui titik terang kata Jero
Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, pemerintah
sebenarnya telah memutuskan lagu Indonesia Raya hanya terdiri dari satu
stansa sejak tahun 1958. Penegasan tersebut disampaikan Jero Wacik di
Jakarta, Senin (6/8), bersama-sama dengan Roy Suryo.
Pertemuan
ini untuk membahas temuan Tim Air Putih adanya tambahan stansa dua dan
tiga pada lagu kebangsaan Indonesia Raya di Universitas Leiden,
Belanda. Menurut Jero Wacik, lagu kebangsaan Indonesia Raya yang asli
memang terdiri dari tiga stansa.
Berdasarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958, pada masa pemerintahan Presiden
Soekarno lagu Indonesia Raya akhirnya hanya ditetapkan stansa pertama.
Sebagian lirik lagu juga mengalami penyesuaian.
Sebenarnya
Pemerintah Indonesia sudah memiliki film yang menggambarkan versi
lengkap lagu Indonesia Raya. Namun, dokumen tersebut hanya berupa
potongan-potongan. Roy Suryo beserta Tim Air Putihnya akan menyerahkan
hasil temuan mereka kepada pemerintah dalam waktu dekat.(Metro TV,06/08)
Dengan
demikian, perseteruan itu selesai juga. Tanpa mengurangi rasa hormat
lagu Indonesia versi asli pertama kali dipublikasikan surat kabar Sin
Po dengan liriknya;
Indonesia Tanah Airkoe
Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe Berdiri
Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe
Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Semw’wanja
Bangoenlah Jiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja
Reff:
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja
Indonesia Tanah jang Moelia
Tanah Kita jang Kaja
Di Sanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama-lamanja
Indonesia Tanah Poesaka
Poesaka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo’a
Indonesia Bahagia
Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja
Reff:
Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Di Sanalah Akoe Berdiri
‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji
Indonesia Abadi
Slamatlah Ra’jatnja
Slamatlah Poetranja
Poelaoenja, Laoetnja, Sem’wanja
Madjoelah Negrinja
Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok Sekre Kere 05/08;23.56 wib dan Pojok Komputer Ngeheng, 07/08;00.35 wib