Mushaf (14)


Written on February 10, 2008 – 9:25 am | by ghifarie
Surat Milad; Kerinduan Yang Tak Kunjung Datang
Oleh Ibn Ghifarie

Apa
ari sebuah kelahiran? Lama aku termenung, sulit menemukan jawabab. Yang
tergambar justru Neneku. Dialah penggenti pigur Ibu. Konon, Ia
mengembil fungsi ke dua Orang Tuaku semasa aku lahir ke dunia fana ini.

Tak
ada kata-kata bermakna yang selalu keluar dari Mamah Endet, pangilan
akrab Nenekku kecuali satu ungkapan `Semoga menjadi orang` itu doa
Nenek, pendek dan sederhana.

Saat termenung di tengah-tengah pencarian ari Maulid. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara `Cis kacang buncis nyengcle` dari HP(Hand Pone)ku. Tanpa panjang leber ku buka alat komunikasi tersebut.

Ass..Kang.
Met Milad y..Moga dengan usia yang tersisa makin di berkah oleh Allah
SWT. Makin sering berkarya.Kuliah dan kerja lancar. Amien. Bersemangat
ya,
Ara mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Lampung. (20/01;08.28.35)

Selamat hari lahir. Berharap semakin bijak mengarungi kehidupan. sukses selalu,’ pesan adeku, Rofi Muhammad Rizal Ghifarie, mahasiswa Teknik Industri UNiversitas Gajah Madja (UGM) Yogyakarta. (20/01;19.29.33)

Wilujeng Milangkala Ka-24. Mugia janteun jalma anu langkung sae [Selamat Ulang Tahun ke-24. Semoga menjadi orang yang lebih baik] Siti Nurdini (23). (20/01;20.08.23)

lain
lagi dengan Pradewi Tri Chatami, mahasiswa Antropologi Unpad
(Universitas Padjajran) Bandung memberikan pesan singkat melalui satu
pertanyaan;

Apa yang terjadi saat angka dalam usia berubah, bertambah?
Barangkali hanya raga yang menua,
Pikiran semakin dewasa.
Apapun itu,
Jika hari ini nafas masih dikala
Maka ada banyak kemungkinan
Jalan dan kesempatan memperbaiki kualitas dan kemanusiaan
Selamat Ulang Tahun kawan. (20/01;15.29.36)

Walhasil, tak ada yang ku perbuat selain berdoa, menulis, menulis dan menulis. Kendati status mahasiswaku sudah tak lagi muda.

Rasanya
ingin sekali berbuat banyak,kepada kedua Orang Tuaku saat usiaku sudah
diambang dewasa. Kawan-kawan pun mulai menjalani kehidupan
masing-masing, hingga memiliki buah hati.

Namun, aku masih seperti ini. Tak memiliki apa-apa. Membahagiaka Mamah dan Bapa pula sering terlupakan.

Kehadiran
kelahiran. Semoga menjadi pemicu semangat untuk berbuat baik.
Satu-satunya cara dengan menulis ‘Surat Milad; Kerinduan Yang Tak
Kunjung Datang’

Kepada

Kedua Orang Tua
Yang berada di perkampugan nan jauh di sana.

Muhun pisan abdi teh sabar seueur kalepatan.
Sok langki uih,
Sok langki masihan kabar
Sok langki barang bere

Malahan nyuhunkeun wae
Malahan ngantosan di hubungi wae
Malahan hare-hare wae

Kumargi kitu
Abdi sakali deui nyuhunkeun di hapunteun Ma, Apa
Tina sadayana kahilapan,
Boh anu dihaja atawa heunteu

Mugia ku ayana seratan ieu
Tiasa ngabeungberah manah anu riweuh
Tiasa ngubaran hate anu darigdug
Tiasa niiskeun kaayaan anu parna

Mung sakitu wae anu tiasa kapedar dina danget ayeuna. Simkuringn seja nadar mugia sakola rengse ayeuna.
Piduana wae tisadayana. Amien.

Anaking

Ibn Ghifarie

[Memang ku akui, terlalu banyak berbuat lalim
Ya jarang pulang
Ya jarang memberitahu kabar
Ya jarang memberikan sesuatu

Bahkan sering meminta
Bahkan selalu menunggu untuk dihubungi
bahkan tak peduli

Oleh karena itu
Sekali lagi aku minta maaf. Semoga di maafkan oleh Ayah dan Bunda
Dari segala kehilapan
baik yang disengaja ataupun tidak

Mudah-mudahan dengan adanya tulisan ini
Bisa sedikit mengobati luka
Bisa menenangkan perasan hati yang tak tentu
Bisa membuat suasana hening

Hanya kata-kata inilah yang bisa saya ucapkan pada kesempatan ini
Saya berjanji semoga kelar sekolah sekangan ini
Dorang doa dari semuanya. amien

Ananda

Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 20/01;08.42 dan 22.56 wib



Post a Comment