Mushaf (19)
Written on February 10, 2008 – 9:31 am | by ghifarie
Oleh Ibn Ghifarie
Pemberian gelar pahlawan bagi almarhum mantan Presiden RI Soeharto menuai ragam pendapat, diantaranya;
‘Ya
iyalah. Kan Bapak Pemabangunan. Kita bisa lihat hasil pembanguanya dari
bangunan jalan (dari kota ke pedesaan-red), gedung menjulang tinggi.
Kendati banyak menjual aset-aset negara dan hak kekayaan alam nusantara
(hutan, kebun)’, Hikmat Servis Komputer.
Setuju.
Karena telah bersaja pada bangsa. Yang terpenting lagi keberhasilan
suatu bangsa diliat dari sejauh mana kesejahtraan rakyatnya. Nah, jika
dibandingkan dengan kepemimpinan (Predsiden-red) sekarang. Soeharo jauh
lebih membahagian rakyat ketimbang Presiden sekarang. Makanya sudah
selayaknya mendapat gelar Pahlawan Nasional itu, Ogi Pelajar
Sudah
selayaknya pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional terhadap
Soeharto. Sebab telah berjasa dan termasuk putra terbaik bangsa, Dani Karyawan Markeeting
‘Bagi
saya ga usah dimasukin kapada Pahlawan Nasional. Masa orang yang telah
banyak membunuh masyarakat, seperti tragedi Tanjung Priok, G 30 SPKI,
mau dikategorikan pahlawan. Lantas dimanakah hati nuraninya? Dian Aktivis Pergerakan Mahasiswa.
Nya
kedah dileubetkeun atuh. Kumargi parantos berjasa pisan kan nagara
urang. Cing cobi emut-emut waktos zaman Bapak Ato tara aya anu demo,
kaributan jeung sajahtera [Ya mesti dimasukin. Karena telah berjasa
terhadap negara kita. Tolong kita ingat kala pemerintahan Bapak Suharto
jarang ada demo, keributan dan sejahtera], Udin Pedagang Kecil. [Ibn Ghifarie]
Cag Rampes, Pojok Sekre Kelam, 30/01/08;17.23 wib