Ayat (9)


Written on March 3, 2008 – 10:40 am | by ghifarie
Anak Muda Bandung Masih Kreatif dan Mandiri
Oleh Ibn Ghifarie

Sepekan
pascatragedi muski cadas di Asia Africa Culture Center (AACC), sabtu
(9/2) sebagian masyarakat ikut prihatin sekaligus membuat aksi
solidaritas komunitas underground.

Salah satunya yang dikalukan
oleh Nandi panitia pelaksana peluncuran album baside itu, Ia melakukan
pembacaan puisi ‘…..Selamat jalan kawan pahlawanku/haruskah pengorbanan
11 orang itu kita sia-siakan?

Kegiatan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap komunitas musik bawahtanah, harapnya.

Acara
yang serupa juga hadir dari komunitas underground yang di kawaki oleh
Gustar ‘Kita harus mengambil pelajaran atas kejadian itu dan lebih baik
dalam memahami pelbagai musik, katanya.

Nah, untuk mengenang
dan memberiakan dukungan kita kepada komunitas musik cadas lainya ,
kita akan menggelar Dialog Publik dan tabur bunga pada hari sabtu
(23/02) sebagai bentuk kerprihatinan kita terhadap korban dan
memberikan bantuan alakadrnya kepada mereka, jelasnya seperti yang
dilansir oleh STV dalam program ‘Kabayan Nyentrik’, selasa (19/02)

Kegiatan
Kabayan yang dipandu oleh Tisna Senjaya ini mencoba menelisik tentang
kemandirian dan kreativitas aliran ini, Layana pentolan musik cadas dan
pemilik Distro menuturkan ‘Indrustri kreatif tak tadi tak pernah ada
campur tangan pemerintah, bahkan tak pernah diperhatikan.

Memang tak dapat bantuan dari penguasa. Istilahnya harus usaha sendiri, ungkapnya.

Sudahlah
jangan saling menyalahkan. Toh, setelah ada korban baru pemerintah mau
menanggapi. ‘Kreatifitas tak bisa dibungkam’. Mestinya kan tidak
seperti itu dan gedung tempat berekspresi musik menjadi satu keharusan
untuk mencegah korban lain berjatuhan, tambahnya

Maraknya
Distro, label rekaman Indi, hingga ke penjuru Nusantara ini petanda
anak muda Bandung masih kreatif dan mandiri, kata Tisna dalam menutup
program Kabayan Nyentrin tersebut. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 19/02/08;18.45 wib



Post a Comment